Beritainfosultra.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang keuangan. Berdasarkan data yang ada, indeks literasi dan inklusi dan keuangan dipengaruhi beberapa faktor iyaitu :
*Umur*
– Kelompok umur 18-25 tahun memiliki indeks inklusi keuangan tertinggi sebesar 89,96%.
– Kelompok umur 51-79 tahun memiliki indeks inklusi keuangan terendah sebesar 66,88%.
*Pendidikan*
– Kelompok dengan pendidikan tamat perguruan tinggi memiliki indeks literasi keuangan tertinggi sebesar 90,63% dan indeks inklusi keuangan tertinggi sebesar 99,10%.
– Kelompok dengan pendidikan tidak/belum pernah sekolah/tidak tamat SD/sederajat memiliki indeks literasi keuangan terendah sebesar 43,20% dan indeks inklusi keuangan terendah sebesar 56,95%.
*Pekerjaan*
– Kelompok pegawai/profesional memiliki indeks literasi keuangan tertinggi sebesar 85,80% dan indeks inklusi keuangan tertinggi sebesar 95,11% (selain pensiunan/purnawirawan yang memiliki indeks inklusi keuangan 100%).
– Kelompok tidak/belum bekerja memiliki indeks literasi keuangan terendah sebesar 49,36% dan indeks inklusi keuangan terendah sebesar 64,82%.
Dari data tersebut, terlihat bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan, maka semakin tinggi indeks literasi dan inklusi keuangan.












