Papua, 2025 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2025 di Universitas Yapis Papua, dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat yang belum terjangkau oleh layanan keuangan formal, terutama di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK menyampaikan bahwa upaya mendorong literasi dan inklusi keuangan harus dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk generasi muda Papua. “Kami berkomitmen untuk terus menggencarkan edukasi dan inklusi keuangan, khususnya kepada mahasiswa, UMKM, masyarakat daerah 3T, petani/nelayan, dan sasaran prioritas lainnya,” katanya.

Saat ini, indeks inklusi keuangan pasar modal di Indonesia masih relatif rendah, yaitu hanya mencapai 1,34%. Oleh karena itu, OJK berupaya untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pasar modal, sehingga mereka dapat memanfaatkan peluang investasi yang ada.
Dengan adanya SEPMT 2025, diharapkan masyarakat Papua dan sekitarnya dapat lebih memahami tentang pasar modal dan dapat memanfaatkan kesempatan investasi yang ada. OJK juga berharap bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia Timur dan mengurangi kesenjangan ekonomi antara wilayah.












