MUNA BARAT – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).
Kegiatan edukasi keuangan tersebut dilaksanakan selama dua hari, 9–10 Desember 2025, di delapan desa yang berada di Kabupaten Muna dan Muna Barat. Sekitar 500 peserta yang terdiri dari perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat mengikuti kegiatan ini.
Edukasi keuangan ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk mencapai target literasi dan inklusi keuangan sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029 dan RPJPN 2025–2045, sekaligus mendukung Asta Cita Pemerintah serta program inklusi keuangan tahun 2026.

Kepala OJK Sulawesi Tenggara, melalui Kepala Bagian PEPK dan LMSt OJK Sultra, Indra Natsir Dahlan, menyampaikan bahwa pemerataan edukasi keuangan sangat penting agar masyarakat memiliki kecakapan dalam memanfaatkan layanan keuangan secara aman untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan desa.
Ia menegaskan bahwa masyarakat pedesaan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan informasi, maraknya pinjaman online ilegal, rendahnya pemahaman perencanaan keuangan, serta meningkatnya modus penipuan berkedok investasi. Oleh karena itu, edukasi keuangan dinilai menjadi kebutuhan yang mendesak.












