Kendari,- Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Sulawesi Tenggara menunjukkan kinerja positif yang tercermin dari pertumbuhan pembiayaan pada perusahaan pembiayaan, fintech P2P lending, dan premi perusahaan asuransi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang keuangan.
*Edukasi Keuangan*
OJK Sultra telah melaksanakan total 286 kegiatan edukasi keuangan yang melibatkan industri jasa keuangan (IJK) di sembilan kabupaten/kota di wilayah Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini diikuti oleh 140.964 peserta dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk ibu rumah tangga, pelaku UMKM, petani, nelayan, pelajar, pengusaha, ASN, dan kaum difabel.
*Layanan Konsumen*
OJK Sultra juga telah memberikan layanan konsumen kepada masyarakat, dengan total 290 layanan yang terdiri dari:
– *Laporan SLINK*: 106 layanan (36,55%)
– *Permintaan informasi*: 29 layanan (10%)
– *Perhitungan kewajiban*: 24 layanan (8,3%)
– *Restrukturisasi*: 13 layanan (4,5%)
– *Permasalahan agunan*: 14 layanan (4,8%)
– *Klaim asuransi*: 4 layanan (1,4%)
*Program TPAK*
OJK Sultra juga telah melaksanakan Program TPAK (Tingkat Pengembalian Aset Keuangan) yang bertujuan untuk mengembangkan ekonomi daerah melalui komoditas kakao. Program ini dilaksanakan pada 3 kabupaten, yaitu Kolaka Utara, Kolaka Timur, dan Konawe Selatan. Program ini bertujuan untuk membentuk ekosistem bisnis close loop yang dapat memberikan penguatan rantai pasokan antara para pihak, termasuk petani, IJK, Pemda, dan offtaker.
Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani kakao dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. OJK Sultra akan terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang keuangan dan mengembangkan ekonomi daerah melalui berbagai program dan kegiatan.










