Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara menyelenggarakan kegiatan _”Literasi Keuangan dan Edukasi Statistik untuk Ekonomi Inklusif”_ pada Selasa, 22 Juli 2025 di Kantor Gubernur. Acara ini dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Instansi Vertikal, instansi pendidikan, lembaga atau asosiasi usaha, pengusaha, dan media di lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara.
Dalam sambutannya, Ir. Hugua, M.Ling menekankan pentingnya terwujudnya ekonomi inklusif sebagai salah satu pilar menuju Indonesia Emas 2045. Hal ini relevan dengan Sensus Ekonomi 2026 yang menjadi instrumen penting untuk penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional.
*Materi Edukasi*
– *Literasi dan Inklusi Keuangan*: Chintia Wijayanti dari OJK Sultra menyampaikan edukasi tentang pentingnya literasi dan inklusi keuangan. OJK dan BPS telah berkolaborasi dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 untuk mengukur tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
– *Edukasi Statistik*: Andi Kurniawan, Plt. Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, menjelaskan tentang Sensus Ekonomi 2026 yang bertujuan mengumpulkan data dasar seluruh kegiatan ekonomi dan pelaku usaha di Indonesia. Hasilnya akan bermanfaat bagi dunia usaha untuk strategi ekspansi dan peningkatan daya saing.
“Kesuksesan SE2026 tidak lepas dari dukungan semua pihak. Mari kawal bersama, langkah besar wujudkan kemandirian perekonomian bangsa untuk ekonomi yang lebih sejahtera,” ajak Andi Kurniawan.
Dengan kolaborasi ini, diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan dan pemanfaatan data statistik untuk mendukung ekonomi inklusif di Sulawesi Tenggara.












